Salah satu perbedaan antara pengobatan timur dan barat adalah pada metode diagnosis. Diagnosis pada pengobatan atau kedokteran barat dominan dilakukan secara kuantitatif, yaitu variabel-variabel pasien diwakili dengan angka-angka. Tensi pasien 120/90 misalnya, suhu badan 37 derajat celcius, dan lain-lain. Sementara pada kedokteran timur, diagnosis dilakukan secara kualitatif dan sangat menyeluruh. Untuk mengetahui variabel darah pasien, digunakan diagnosa nadi. Dalam hal ini tidak didapatkan angka nilai tensi pasien, tetapi diapatkan denyut nadinya tinggi atau rendah. Selain itu didapatkan juga variabel volume darah, apakah volume darahnya kurang atau tidak. Variabel tersebut tidak didapatkan dari alat tensimeter. Bukan hanya diagnosa fisik pasien, melainkan juga dilakukan diagnosa psikologis dan energi. Faktor kebiasaan pasien, makanan, dan cuaca juga merupakan variabel yang harus diambil datanya dalam diagnosa di kedokteran timur.

Dalam fisika dan sains apapun, pengambilan data haruslah akurat dan presisi. Keakuratan dan kepresisian data menentukan validitas secara ilmiah. Diagnosis adalah bentuk pengambilan data yang juga dituntut tingkat akurat dan presisinya. Karena diagnosis menentukan perlakuan terhadap pasien. Kesalahan diagnosis adalah langkah awal malpraktik.

Akurat artinya mendekati kebenaran. Mendekati keadaan yang sebenarnya. Sementara presisi artinya sangat halus penyimpangannya dalam perulangan. Pengambilan data 1 kali dan 1000 kali tidak

jauh berbeda nilainya berarti dikatakan presisi.

Diagnosis atau pengambilan data dengan jumlah sedikit dan perspektif yang sedikit akan sangat tidak akurat hasilnya. Rawan error atau penyimpangan data.

Keakuratan dan kepresisisan pengambilan data tidak ditentukan oleh pemilihan metode kualitatif atau kuantatif. Kedua cara tersebut bisa akurat dan bisa tidak akurat, bergantung pengetahuan dan pengalaman pengambil data.

Kategori: Kesehatan