Skip to content Skip to footer

Diskusi Bulanan

Sehat dan Bahagia Secara Holistik (Wellness), Kamu Sudah Mencapainya?

Sehat dan bahagia secara holistik (wellness) adalah cita-cita bagi semua orang. Kesehatan dalam konsep holistik berarti sehat secara menyeluruh. Di mana kesehatan ditinjau dari beberapa parameter, antara lain sehat secara fisik, pikiran, dan perasaan.

Master Tomy Aditama membahas hal tersebut dalam diskusi bulanan yang diadakan di Rumah Sehat Toms Hepi Wellness Centre, Ambarketawang, Gamping, Sleman. Menurut Master Tomy, manusia dianugrahi beberapa perangkat dalam menjalani hidupnya. Perangkat tersebut berupa pikiran, perasaan, dan fisik.

Adapun pikiran dan perasaan manusia menjadi dua hal yang saling berkaitan. Dua hal ini dipengaruhi oleh data-data yang sudah terekam sejak lahir. Lebih dalam lagi, Master Tomy membagi perasaan (dalam hal ini emosi) menjadi beberapa hal; emosi marah, sedih, senang, takut, cemas, rindu, cinta, dan sebagainya.

Perangkat hardware manusia (fisik) pun terdiri dari berbagai unsur; organ, chi (energi), dan pergerakan fenomena yang mengikutinya.

Sehat dan Bahagia Secara Holistik?

Sebenarnya, apa itu sehat secara holistik? Dan bagaimana kondisi tersebut dapat tercapai? Dalam pengertian sederhana yang dipahami pada umumnya, sehat adalah ketika seseorang mengalami kondisi fit atau tidak sakit. Namun, sehat yang hanya dirasakan pada dimensi fisik, menurut Master Tomy belum memenuhi syarat sehat secara holistik.

Seseorang mungkin bisa saja terlihat baik-baik saja atau sehat secara fisik. Namun, ada juga orang sehat fisiknya tetapi dalam benaknya tersimpan permasalahan yang menjadi beban pikiran. Pikiran yang begitu “ruwet”otomatis membuat perasaan orang tersebut diliputi emosi negatif seperti cemas, kecewa, sedih, marah, dan lainnya. Oleh sebab itu, pikiran dan perasaan menjadi instrumen lain yang menjadi parameter penting dalam konsep sehat secara holistik.

Dalam praktik kesehariannya di Rumah Sehat Toms Hepi Wellness Centre, Master Tomy sering kali mendapatkan tamu atau klien dengan kasus kesehatan tertentu. Namun, setelah melewati beberapa tahapan pengobatan berupa diskusi dan diagnosis, sumber keluhan atau penyakit si tamu ternyata berasal dari jenis emosi tertentu yang dirasakannya pada saat itu.

“Seringnya orang datang ke sini dengan keluhan tertentu, katakanlah keluhan di lambung (pencernaan) atau GERD, ternyata setelah diajak ngobrol, selama ini dia didominasi oleh perasaan cemas karena suatu hal,” kata Master Tomy.

“Ada lagi yang datang ke sini karena keluhan sesak napas yang cukup lama, setelah saya cek dan ngobrol, ternyata dia sering menyimpan kesedihan yang mendalam,” lanjut master herbal kelahiran Demak tersebut.

Meskipun demikian, terapi utama yang harus diberikan kepada tamu atau klien tetaplah terapi fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penanganan lanjutan seperti konsultasi khusus bagi yang membutuhkan, akan diberikan setelah terapi fisik diberikan.

Manusia Terikat Hukum Alam

Selain beberapa faktor yang dijelaskan di atas, Master Tomy juga menyampaikan, bahwa faktor di luar diri manusia ikut mempengaruhi kesehatan manusia. Alam sekitar yang terdiri dari beberapa unsur, seperti mineral, tanah, air, udara, sungai bawah tanah, magma, dapat menimbulkan fenomena yang berpengaruh terhadap manusia secara menyeluruh. Hal itulah yang disebut sebagai geopathic stress.

“Karena manusia bagian dari alam, maka manusia juga tetap terikat dengan apa yang disebut hukum alam. Dan siapa pun yang melanggar hukum alam, maka akan mengalami ketidakseimbangan. Dalam konteks ini, manusia akan mengalami apa yang disebut dengan sakit,” ungkap Master Tomy.

Sebagai contoh kecil, saat cuaca sedang dingin, tetapi kita malah mengonsumsi es, maka tubuh kita akan menjadi bertambah dingin. Seharusnya, jelas Master Tomy, manusia yang menyadari dirinya sebagai bagian dari alam, harus memilih makanan atau minuman yang bersifat panas seperti jahe. Ini adalah sebuah cara untuk menyeimbangkan dirinya dengan fenomena alam.

Pada akhirnya, Master Tomy menyimpulkan, sehat dan bahagia secara holistik (wellness) dapat diraih ketika kita ada pada kondisi yang seimbang antara fisik, pikiran, dan perasaan.

“Fisik yang sehat dipengaruhi oleh apa pun yang kita pilih dalam hal makanan dan minuman, serta upaya kita untuk tidak menyalahi hukum alam. Adapun terkait pikiran dan perasaan, sebisa mungkin kita usahakan agar tetap dalam kondisi positive thinking dan positive feeling,” pungkas master wellnes tersebut.

Diskusi bulanan yang diadakan Rumah Sehat Toms Hepi ini diselenggarakan rutin 35 hari sekali atau selapanan. Bagi kamu yang ingin mengikuti diskusi gratis ini, bisa menghubungi nomor admin Rumah Sehat Toms Hepi: 0852-8202-6789