Menurut anda manakah yang paling dominan atau pengaruh dalam Diri anda, pikiran, perasaan atau fisik?

Jawaban setiap orang berbeda beda, tidak ada yang salah atau paling benar, semua menurut sudut pandang masing-masing, serta latar belakang dan pengalaman yang masing-masing.

Salah satu pengertian manusia adalah kumpulan dari komponen fisik, pikiran, dan perasaaan. Fisik yang melingkupi segala bentuknya, serta pikiran dan perasaan dengan beraneka ragam wujud dan bentuknya. Tiga hal ini satu kesatuan dalam wujud yang berbeda namun menjadi satu yang utuh dalam wadah yang disebut manusia. Anda punya fisik dan perasaan yang sehat tapi pikiran anda sakit/tidak berfungsi dengan normal, maka anda disebut orang gila. Anda punya pikiran dan fisik yang sehat, tapi perasaan anda sedang kacau, maka anda dinamai orang galau, begitu seterusnya.

Fisik tetaplah yang paling dominan diantara pikiran dan perasaan, sebab pikiran dan perasaan bertempat pada wadah bernama fisik, contoh sederhana: Saat anda sakit gigi (fisik) pikiran dan perasaan anda pun akan ikut sakit/kacau.

Antara perasaan dan pikiran, perasaan tetaplah lebih dominan dari pikiran, sebab pikiran mampu bekerja maksimal karena seizin jantung/hati (dalam istilah kedokteran timur dikenal istilah berfikir dengan jantung). Hal ini dialami oleh banyak orang ketika anda sedang marah, galau, dan cemas. Maka anda tidak akan bisa berfikir dengan jernih, baik, dan benar, ini menunjukan dominasi perasaan terhadap pikiran.

Wajar sekali jika sekarang kebanyakan orang masih bingung memahami perasaannya, sebab dari kecil kita jarang diajari untuk mengenal,memahami dan mengendalikan perasaan dalam diri kita, sejak kecil kita hanya diberikan data jadilah anak pintar, cerdas dan berprestasi.

Perasaan/emosi dengan segala jenisnya marah, sedih, cemas, takut, dan gembira sering kali muncul tak mengenal waktu, tempat, dan keadaan. Di balik kemunculannya yang sering dan tiba-tiba bukti bahwa mereka ingin diakui keberadaannya oleh manusia. Karena sering kali kebanyakan manusia membenci emosinya, atau pilih kasih kepada setiap setiap emosi/rasa rasa dalam dirinya.

Sementara perasaan/emosi itu komponen utama yang membentuk dirinya sebagai manusia, kalau anda membencinya lalu bagiamana anda akan menemukan perdamaian dan kedamaian dalam diri anda.

Perasaan dan emosi sering muncul itu bertujuan untuk dikenali, didekati, diperhatikan. Hal ini bertujuan agar sang manusia mampu mengendalikannya. Proses mengendalikan sesuatu anda harus tahu, kenal, dan dekat. Baru anda bisa mengendalikannya, itu juga berlaku bagi perasaan/emosi dalam diri anda.

Lalu bagaimana cara mengenali dan mengendalikan perasaan?

Emosi itu manusiawi yang dilarang adalah emosian. Berfikir itu wajib yang tidak baik adalah kepikiran.

Dalam hal perasaan/emosi bukan hanya tidak boleh marah, tetapi bagaimana kecepatan kita untuk lekas menyamankan rasa ketika ada salah satu rasa/emosi yang dominan. Saat anda marah bagaimana agar lekas tenang dan damai.

Hal ini tentu butuh proses dan kebiasaan tentu tidak mudah, tapi juga tidak sulit. Anda bisa memulai dengan:

  • Positive thinking, yakni mulai memberikan asupan-asupan baik dari apa yang anda baca, dengar, dan ucapkan.
  • Temukan dan lakukan hobi anda.
  • Carilah lingkungan/orang yang bisa membantu dan mendukung anda untuk maju dan berkembang lebih baik.
  • Olahraga rutin tiap hari.
  • Terimalah emosi-emosi anda.
  • Sapa dan perhatikan emosi-emosi anda.
  • Minta maaf dan berterima kasihlah kepada diri anda.

” Sahabat terdekat dan terbaik itu bernama diri anda sendiri”

Salam sukses sehat dan bahagia.

 

 

Penulis :

Moh. Nurhadi

Kategori: Kesehatan