Manusia adalah makhluk hidup yang senantiasa mengalami perubahan dan perkembangan secara dinamis. Gaya hidup, ideologi, kebudayaan, bahkan pekerjaan (profesi) pun turut mengalami perkembangan. Banyak profesi baru yang muncul dan sangat diminati, ada juga profesi yang sudah tidak diminati lagi.

Ada profesi yang mengharuskan untuk duduk berlama-lama, seperti desainer, penulis, programer, gamer, dll. Ada juga profesi yang mengharuskan untuk mengangkat beban dan memaksimalkan kerja otot, seperti atlet, tukang bangunan, kuli panggung, petani, dan lain sebagainya.

Semua profesi di atas memiliki dampak dan resiko. Resiko yang diterima tidak hanya pada beban pikiran, melainkan fisik turut serta merasakan resikonya. Jangan dikira hanya dengan duduk fisik kita tidak mengalami perubahan. Justru karena duduk kita jadi kurang gerak, otot menjadi kaku. Duduk juga membuat seluruh beban bertumpu pada satu titik yakni tulang panggul, maka bisa mengakibatkan pergeseran pada persendian di sekitar area tulang panggul.

Berbicara tulang panggul, erat kaitannya dengan tulang belakang, karena kedua tulang tersebut memiliki posisi vital pada tubuh manusia. Tulang panggul layaknya fondasi dalam sebuah bangunan, dan tulang belakang layaknya tiang penyangga. Kedua tulang tersebut menjadi tempat berkumpulnya semua saraf yang terhubung ke seluruh organ tubuh, termasuk organ dalam. Maka tak heran jika terjadi masalah pada kedua tulang tersebut tidak hanya persendian yang terasa nyeri, namun organ dalam pun juga ikut bermasalah.

Kalau sudah sakit begitu apakah tidak malah mengganggu produktifitasmu?

Lalu bagaimana agar masalah pada tubuh tidak mengganggu produktifitas?

Gerak dibutuhkan oleh otot, layaknya lambung yang membutuhkan makanan. Jika tubuh kita kekurangan makanan, maka yang terjadi adalah badan menjadi lemas, letih, dan akan menurunkan sistem kerja pencernaan. Apalagi kalau otot kita kekurangan gerak, yang terjadi adalah otot menjadi kaku dan elastisitasannya terganggu. Ketika otot mengalami kekakuan, maka kinerja organ tubuh manusia juga mengalami penurunan.

Tentunya gerakan yang dimaksud tetap dalam porsi yang dibutuhkan oleh tubuh, layaknya makanan. Karena kekurangan makan tidak baik, kelebihan makan pun juga tidak baik. Begitu pula dengan gerakan, kekurangan gerak tidak baik, kelebihan gerak pun juga tidak baik.

Gerakan sesuai porsi untuk melenturkan otot harus dengan arahan konsultan yang ahli dalam bidang tersebut. Tentunya gerakan tersebut telah melalui proses diagnosa terhadap individu. Karena setiap individu memiliki kondisi yang berbeda-beda, maka asupan makanan dan gerak pun juga berbeda. Resep atau saran yang diberikan juga berbeda antara satu individu dengan lainnya.

Rumah Sehat Toms Hepi menggunakan treatment gerakan sebagai metode penyembuhan dalam beberapa sesi terapi terhadap klien. Gerakan yang ringan, mudah dilakukan, namun efektif untuk kelenturan otot. Harapannya, ketika klien tidak sempat mengunjungi Rumah Sehat, dapat melakukan sendiri di rumah. Selain itu, gerakan-gerakan yang disarankan juga mempercepat proses pemulihan. Dan ketika sudah pulih maksimal, gerakan tersebut masih bemanfaat untuk klien agar tetap terjaga dalam kondisi sehat.

Bagi kami yang terpenting bukan hanya sembuh dari penyakit, namun sehat menyeluruh dan mampu menjaga kondisi agar tetap sehat. Karena dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang berpotensi untuk sehat. Dalam kondisi sehat aktifitas sosial, pekerjaan, dan keseharian anda jadi sangat mudah, ringan, dan menyenangkan untuk anda jalani. Sehingga anda lebih produktif dalam menjalani kehidupan, dan meraih kesuksesan serta kebahagiaan hakiki.

Salam sukses, sehat, dan bahagia.

Kategori: Kesehatan