Kesehatan menurut toms hepi, mencakup mind, body, and soul (pikiran, fisik, dan persaan/emosi). Ketiga faktor tersebut menjadi tolak ukur pertama manusia meraih kesehatan menyeluruh (wellness).

Pembahasan kali ini kita akan fokuskan pembahasan mengenai emosi. Ada 7 emosi dasar, yakni cemas, sedih, marah, gembira, melamun dan berpikir, takut, serta terkejut. Namun kita tidak membahas ketujuh emosi dalam sekali pembahasan, disini kita membahas mengenai rasa gembira, senang atau suka cita.

Rasa gembira, senang, atau suka cita bisa bernilai positif jika itu tidak berlebihan, karena rasa tersebut cenderung sebagai ungkapan kebahagiaan. Karena pada dasarnya emosi ini bisa memperlancar peredaran energi dan darah.

Perlu diingat ketika kita terlalu berlebihan mengungkapkan rasa senang tersebut, apalagi jika perasaan tersebut hadir secara tiba-tiba dan berlebih, tubuh kita bisa saja kaget dan kurang siap menerima akan hadirnya emosi tersebut. Karena sifatnya yang dapat memperlancar peredaran darah dan energi, maka dapat mempengaruhi sistem kerja jantung. Jantung berdebar, berdetak lebih kuat dan lebih cepat dari biasanya.

Hal tersebut bila berkelanjutan dapat meyebabkan jantung melemah. Maka tak heran jika manusia yang terlalu senang biasanya timbul gelaja:
-Tidak bisa tidur
-Jantung berdebar kuat atau cepat
-Memikirkan suatu hal secara terus-menerus
-Lupa makan dll.

Emosi tersebut juga bisa memunculkan rasa sangat antusias dan terkadang sampai berandai-andai (imajinasi berlebihan). Saat terjadi hal di luar rencana, bahkan bisa memunculkan emosi lain, seperti sebal atau bahkan kecewa. Karena terkadang apa yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita bayangkan, realita tak sesuai ekspektasi.

Rasa senang berlebih terkadang juga membuat kita lupa akan apa yang sudah kita rencanakan dan bahkan mengabaikan apa yang ada di sekitar kita. Karena atensi kita hanya tertuju pada objek yang membuat kita senang.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengenali perasaan senang kita sedari dini, karena jika kita menyardarinya dari awal, kita mampu menyikapi emosi tersebut. Jika kita abaikan atau salah menyikapi emosi, dapat menganggu kehidupan, bahkan bisa mempengaruhi organ fisik. Selain itu, Kita juga harus tahu kapan kita harus merasa senang, dan kapan harus merasakan perasaan yang lain, agar tetap stabil dan tidak mengganggu aktifitas sehari-hari.

Tetap jaga kondisi tubuh anda dengan mengendalikan emosi, karena emosi dan pikiran mengkonsumsi energi. Tak heran jika sebagian sakit yang kita rasakan bermula dari pikiran dan perasaan kita yang sedang kacau.

 

 

Penulis:

Sana Pato Budi


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *