Salam Sukses, Sehat dan Bahagia.

Tulisan ini adalah penjelasan secara ilmiah sederhana, juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul terkait aktivitas Meditasi Massal, Meditasi Menembus Garis Waktu – Menghilangkan Virus Corona, pada artikel yang saya tulis sebelumnya.

Saya memiliki latar belakang pendidikan di bidang fisika murni, fisika matematis dan teoretis. Di akhir masa studi saya di UGM, saya bertemu dengan Suhu Tomy Aditama (M. Arief Aditama, SKG). Waktu itu saya adalah seorang pasien yang mengalami masalah di tulang belakang saya. Dalam masa menjalani terapi tulang belakang (yang perlu beberapa kali terapi untuk me-reposisi tulang belakang saya sehingga kembali ke posisi yang seharusnya), saya banyak berdiskusi dengan Suhu Tomy mengenai konsep-konsep High-M (Holistic and Integrative and Health Management) yang ternyata sangat kental dengan fisika. Suhu Tomy, sebagai seorang Master di bidang High-M, ternyata sangat mendalami ilmu fisika, dan terus memperdalam ilmunya karena terapan ilmu fisika banyak digunakan dalam konsep penyehatan secara keseluruhan. Saya yang memiliki latar belakang akademik bidang fisika, dapat membahasakan secara ilmiah mengenai ilmu-ilmu dan praktik-praktik penyehatan yang dilakukan oleh Suhu Tomy dan rekan-rekan terapis di Rumah Sehat dan Bahagia Toms Hepi (Toms Hepi Wellness Center).

Berdoa dapat dilakukan kapan saja, di mana saja.

Benar. Berdoa, bermeditasi, berdzikir, bershalawat, dll memang dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Namun, mengapa ada yang melakukannya secara beramai-ramai, secara serentak, atau secara masif? Apa bedanya dengan melakukannya sendirian? Mengapa pula ada yang melakukannya dengan memilih waktu-waktu tertentu? Mengapa tidak dilakukan di sembarang waktu saja?

State

Secara ilmiah, ini adalah soal state, atau keadaan, atau dapat disebut juga kesadaran. Dalam fisika, contoh state ialah posisi, kecepatan, momentum, dan lain sebagainya. Kumpulan dari state tersebut juga membentuk sebuah state. Buah termasuk makanan. Kumpulan buah-buah yang diberi bumbu, menjadi rujak, juga termasuk makanan. Makanan yang terdiri atas kumpulan makanan.

Ketika orang melakukan ritual sendirian, maka state orang tersebut adalah state-nya sendiri. Sementara state seseorang cenderung tidak stabil. Secara kuantum, state seseorang tersusun atas state-state partikel penyusun orang tersebut. Anda mungkin pernah merasa tiba-tiba tidak fokus ketika berdoa atau berdzikir. Tidak keseluruhan atau sebagian besar state tubuh Anda fokus berdoa. Beda halnya apabila dilakukan oleh banyak orang. Maka secara kolektif, komunitas yang berdoa memiliki state yang lebih stabil. Kesadaran, fokus, dan rasa yang dialami oleh orang yang melakukan doa bersama lebih kuat daripada yang sendirian. State kolektif yang sinkron ini tentu memberikan efek yang lebih besar daripada state seseorang sendirian. Lima orang mendorong sebuah truk, tapi di jam yang berbeda, tidak bersamaan. Mungkin truk tersebut bergerak sedikit saja, atau mungkin tidak bergerak sama sekali. Beda halnya dengan lima orang tersebut bersama-sama mendorong sebuah truk.

Secara kolektif, komunitas yang berdoa memiliki state yang lebih stabil. Kesadaran, fokus, dan rasa yang dialami oleh orang yang melakukan doa bersama lebih kuat daripada yang sendirian. State kolektif yang sinkron ini tentu memberikan efek yang lebih besar daripada state seseorang sendirian.

Connetedness, Entanglement, Konjungsi Jupiter Pluto

Sesuai asas Pauli, bahwa segala sesuatu di alam semesta ini terhubung dengan segala sesuatu yang lainnya. Saya terhubung dengan Anda, dengan benda, dengan apapun yang lain. Penjelasan lebih detail ada di kajian mekanika kuantum. Namun sederhananya yang seperti itu. Segalanya terhubung.

Manusia terhubung dengan Bumi, dengan benda-benda, juga terhubung dengan konstelasi Alam Semesta: Cluster, Galaksi, Tata Surya (banyak sistem tata surya lain selain Tata Surya dengan Matahari kita), planet, dan benda-benda langit yang lain. Karena segala sesuatu terhubung secara kuantum, maka dipilihlah state-state besar yang sinkron untuk melakukan doa-doa atau ritual-ritual.

Kita dapat melakukan doa dan dzikir atau meditasi kapan saja. Namun kita memilih salah satunya adalah saat Konjungsi Jupiter Pluto. Setiap saat kita memang terhubung dengan Jupiter dan Pluto. Namun, pada saat konjungsi, sinkronisasi state kita dengan Jupiter Pluto, dan konfigurasi kosmologis lebih kuat dan mudah. Pada saat itulah konfigurasi state dan energi paling kuat antara kita dengan alam semesta, dan seluruh penyusunnya berada pada level yang sangat optimal. Oleh karena itulah kita memilih momen-momen tertentu dalam doa atau ritual keagamaan. Ini adalah soal state. Soal sinkronisasi rasa. Sinkronisasi kesadaran. Sinkronisasi rasa tersebut memudahkan kita untuk mengakses energi.

Ini adalah soal state. Soal sinkronisasi rasa. Sinkronisasi kesadaran. Sinkronisasi rasa tersebut memudahkan kita untuk mengakses energi.

Menggeser Garis Waktu

Apakah hanya dengan berdoa kita dapat menggeser garis waktu? Apa maksudnya menggeser garis waktu? Bagaimana penjelasannya secara ilmiah?

Sekarang ini, Anda dapat memilih, untuk membalikkan telapak tangan Anda, menghadap ke atas atau ke bawah. Apapun pilihan yang Anda pilih, semuanya membentuk garis waktu. Bayangkan sebuah garis lurus. Horizontal. Ujung kiri adalah titik sebelum Anda membalikkan telapak tangan Anda. Sementara ujung kanan adalah titik waktu ketika Anda membalikkan telapak tangan Anda. Dua kejadian ini (sebelum Anda membalikkan telapak tangan dan sesudah Anda membalikkannya) membentuk sebuah garis waktu. Bagaimana apabila Anda memilih untuk tidak membalikkan telapak tangan Anda? Maka bukan lagi garis waktu yang tadi yang terbentuk. Melainkan garis waktu yang lain. Bayangkan lagi, dari titik ujung kiri garis yang tadi, ditarik garis ke arah yang lain (berbeda dari garis sebelumnya). Ini mewakili garis waktu yang terbetuk apabila Anda tidak membalikkan telapak tangan Anda. Nah. Anda telah memahami, bahwa pilihan Anda, mengubah garis waktu Anda. Dalam bahasa yang lebih kontroversial (Anda telah memilih takdir Anda). Hehehe.

Doa, adalah kumpulan state kesadaran. Partikel-partikel penyusun Anda juga dapat Anda pilih untuk berada pada state yang mana. Anda dapat memilih jalan hidup sebagai kriminal atau sebagai biksu. Anda dapat memilih untuk mencuri atau memberi. Itu pilihan Anda. Ingat kembali, bahwa segala sesuatu terhubung dengan segala yang lain. Setiap pilihan Anda, setiap perubahan state setiap partikel Anda, secara kolektif mengubah keseluruhan Alam semesta.

Dalam bahasa yang lebih kontroversial (Anda telah memilih takdir Anda)

Bagaimana apabila meditasi, atau doa, atau dzikir dilakukan bersama-sama di seluruh dunia, pada momen state yang sedang tersinkronisasi dengan kuat? Maka perubahan yang besar dapat terjadi. Garis waktu secara kolektif dapat dipilih, untuk mengarah pada garis waktu yang lebih positif.

Salam Sukses, Sehat, dan Bahagia.