Minggu 5 April 2020 jam 9.45 WIB, menjadi salah satu waktu yang krusial bagi setiap orang di dunia. Pasalnya, pada waktu tersebut adalah momen konjungsi Jupiter Pluto. Jupiter dan Pluto berada segaris terhadap Bumi, yang membuka portal energi yang sangat besar. 

Konfigurasi Celestial ini secara astrofisika membuka portal energi yang sangat besar, yang dapat diakses dengan cara pengkondisian kesadaran.

Toms Hepi sebagai perwakilan indonesia untuk event “Meditasi Menembus Garis Waktu – Mengakhiri Wabah Corona” dari We love Mass Meditation Group, New York, Amerika. Event ini dilaksanakan di seluruh dunia oleh para ahli energi, praktisi meditasi & peserta  lain dari berbagai kalangan. 

Event yang dilaksanakan persis pada waktu konjungsi Jupiter Pluto tersebut diharapkan dapat mengakses energi alam yang sangat besar agar menggerakkan kondisi dunia saat ini menjadi lebih baik.

Toms Hepi bersama para praktisi meditasi & masyarakat dari berbagai kalangan di Indonesia melakukan meditasi bersama di tempat masing-masing. Toms Hepi sendiri melakukan meditasi di pelataran Sanggar Kalanari Theatre Movement bersama salah satu sesepuhnya Mas Andhika Ananda.

Pagi hari itu 1 jam sebelum event dilaksanakan, kami mempersiapkan berbagai ubo rampe untuk meditasi seperti bunga setaman, garam krosok, dupa & rempah-rempah dapur. Juga disertakan kanvas di sudut pinggir tikar tempat kami akan bermeditasi.

Waktu mendekati pukul 09.45 WIB. Kami duduk bersila membentuk lingkaran. Mengawali dengan memanjatkan doa kepada Sang Pencipta alam semesta raya dipimpin oleh Suhu Tomy Aditama,  kami pun mulai menyantaikan & menenangkan diri baik fisik, pikiran dan perasaan.

Persis pukul 09.45 WIB meditasi dimulai. Kami pejamkan mata & niatkan dalam diri untuk bermeditasi mengakses energi langit ini untuk menghilangkan wabah bencana, segala bentuk kesusahan yang sedang melanda kemanusiaan. 

Mendadak di tempat meditasi menjadi hening dari riuh suara sekitar. Bahkan suara hewan-hewan ternak tetangga tidak terdengar lagi, seolah mereka ikut bermeditasi kala itu. Hanya suara speaker audio penuntun meditasi saja yang mengisi keheningan tersebut.

Tak berapa lama, tubuh mulai merasakan ada sesuatu yang datang. Bukan orang, bukan hewan, juga bukan angin. Tapi ada sesuatu yang masuk ke tubuh dengan lembut seolah ingin berinteraksi dengan kami semua. Tak ada yang tahu itu apa dan tidak perlu tahu itu apa. Karena kami sudah pasrah sejak awal dan bukan tujuan kami untuk mengetahui itu apa.

Meditasi terus berlanjut dengan 2 orang melakukan tarian dan melukis dan yang lain meneruskan meditasi. Sesepuh Sanggar Kalanari, Mas Andhika mulai bergerak menari mengikuti gerak energi alam. Gerak lembut itu menambah kesakralan acara meditasi.

Sementara seorang yg lain, Mas Eko seniman pelukis dari Kebumen mulai menggores kanvas kosong dengan rempah-rempah herbal, seperti temulawak, kunyit, daun ungu, dengan . Goresan demi goresan mulai membentuk lukisan yang padu menampakkan seperti seseorang  bersila ditengah hamparan padang rumput.

Meditasi selesai setelah dilakukan selama 20 menit. Kami bersantai sejenak sembari membiasakan tubuh agar beradaptasi pasca meditasi. Selang lima menit setelah meditasi, langit yang cerah langsung berubah mendung gelap. hujan turun dengan derasnya mengguyur beberapa wilayah di Jogja. 

Lebih mencengangkan lagi, peserta meditasi lain dari berbagai daerah juga merasakan hal sama. Hujan deras yang turun di berbagai daerah para peserta mungkin itu menjadi pesan dari alam semesta atas doa dan harapan seluruh peserta agar bencana dan musibah di dunia saat ini segera usai, berubah menjadi lebih baik.

Semoga ini menjadi awal yang baik untuk kondisi dunia saat ini.

Salam sukses, sehat & bahagia

Kategori: Kesehatan