Kebanyakan orang menganggap bekerja keras akan menghasilkan rejeki banyak. Namun semua itu belumlah tepat, karena pikiran dan perasaanlah yang menjadi pondasi rejeki seseorang. Kenapa bisa seperti itu?

Tentu tidak semua orang dapat dengan mudah memahami pemahaman tersebut. Rejeki berbanding lurus dengan pikiran dan perasaan. Rejeki menjadi perwujudan bagaimana seseorang berpikir dan perasaan tentang rejeki. Pikiran orang yang memberikan pikiran positif terhadap rejeki dan memberikan rasa senang, bahagia dan bersyukur di dalamnya.

Disinilah rejeki seseorang terbentuk, baik itu sedikit ataupun banyak. Jika orang memberikan pikiran dan rasa tentang rejeki yang dia dapat itu banyak, maka dia akan mendapatkan banyak rejeki.


Lalu apakah fisik kita tidak berguna dalam konsep kerejekian? Ya benar, namun ada titik dimana fisik berhubungan dengan pikiran dan perasaan. Fisik tidak menjadi bagian dari konsep kerejekian. Letak fisik dalam kehidupan adalah gerak dan merupakan perwujudan fisik hukum alam. Jadi apabila seseorang bekerja itu merupakan kewajiban dasar manusia karena hidup dalam dunia fisik yg diatur dengan hukum alam.

Di sinilah letak pembeda fisik dengan pikiran dan perasaan. Titik dimana fisik berhubungan dengan pikiran dan perasaan yaitu pada saat seseorang bekerja. Pada saat seseorang bekerja, orang tersebut sebenarnya sedang membentuk pola. Pola disini yang dimaksud adalah kebiasaan. Kebiasaan akan terbentuk manakala suatu tindakan dilakukan berulang-ulang.


Lalu di bagian mana pikiran dan perasaan berhungan dengan fisik? Banyak orang lupa kalau setiap kali mereka bekerja, pikiran dan perasaan mereka juga ikut bekerja. Pikiran dan perasaan akan fluktuatif karena dengan bekerja, akan sering mengalami kondisi yang merubah pikiran dan perasaan seseorang.

Apabila seseorang dapat menjaga state (kondisi) pikiran dan perasaan tentang rejeki yang banyak pada saat bekerja, maka hal itu akan benar-benar terjadi. Dengan bekerja, kita mengulang-ulang state pikiran dan perasaan, hal tersebut akan menjadi pola. Karena konsep rejeki bekerja melalui bawah sadar seseorang. Bawah sadar seseorang menangkap segala sesuatu melalui pola.

Kategori: Kesehatan