Pertunjukan wayang seperti yang kita ketahui berlangsung pada malam hari, dimana kondisi tubuh manusia mulai melemah. Namun seorang dalang mampu bertahan dalam kondisi fit dan terjaga, meskipun begadang sambil melakukan aktifitas.

 

Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa pakaian dalang disetting untuk menjaga kondisi tubuh si Dalang. Pakaian yang hangat, dan dibantu sorotan sinar lampu berdaya 200-300 watt yang tentunya sangat panas, hal itu membantu dalang tetap terjaga dalam kondisi hangat, dan energi tubuhnya stabil meski terkena udara dan angin malam.

 

Pakaian dalang pada jaman dulu terbuat dari kain tenun yang tebal dan hangat. Ditambah korset 2 lapis di bagian perut melingkar sampai tulang belakang. Hal tersebut yang membantu posisi duduk dalang terjaga dalam posisi tegak.

 

Dalam perspektif pengobatan timur, tulang belakang adalah penentu kesehatan manusia. Banyak penyakit yang disebabkan oleh dislokasi tulang belakang. Bahkan dislokasi pada tulang belakang dapat berpengaruh pada organ dalam manusia. Karena tulang belakang menjadi penyangga (tiang) tubuh manusia. Tulang belakang juga menjadi tempat berkumpulnya semua syaraf manusia.

 

Selain itu, dalang juga memakai keris yang diselipkan diantara gulungan korset tepat berada di titik ming men. Diketahui bahwa titik itu adalah gerbang kehidupan. Ketika titik itu mengalami masalah (macetnya pergerakan energi) maka dapat berdampak pada ginjal, pencernaan, vitalitas pria, dll. Dengan adanya keris di titik tersebut, dalang tetap terjaga kondisi ginjalnya meskipun tidak kencing semalaman.

 

Dalang juga banyak mengkonsumsi air putih agar tenggorokan tidak mengalami kekeringan. Untuk pembuangan cairan, dalang berekskresi melalui keringat. Pakaian yang hangat ditambah sorot lampu yang panas juga membantu dalang dalam berekskresi.

 

Hampir semalam penuh, seorang dalang duduk dengan posisi yang sama, tidak beranjak dari tempat duduknya selama semalam suntuk. Namun, kondisi tersebut tidak membuat dalang mengalami kram atau kaku pada otot, dikarenakan dalam semalam itu dalang terus menggerakkan tubuhnya secara selaras dan tidak memberatkan otot. Gerakan-gerakan dalam memainkan wayang, merapikan wayang, memainkan keprak, dan cempala membantu dalang untuk melenturkan otot-ototnya.

 

Nah, ini sedikit pemaparan saya tentang pertanyaan “Bagaimana bisa dalang semalaman tidak tidur, tidak kencing, dan tubuhnya tetap fit?”

 

Kurang lebih seperti itu adanya, yang jelas apapun pekerjaannya tetap perhatikan kesehatan anda. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Salam Sukses, Sehat, dan Bahagia.

 

 

 

Penulis:

Muhammad Taqwim L