Dulu saya pernah takut sekali dengan aktifitas berkendara,apalagi kalau harus mengendarai motor. Awalnya saya takut naik motor kencang di jalan raya, lalu saya takut nyebrang jalan, lama kelamaan saya malas berkendara hampir di semua jalan, maunya di bonceng saja.

 

Saat butuh sesuatu saya hanya titip pada teman, saya juga menolak pekerjaan yang jauh karna takut naik motor, motor supra fit saya bahkan tidak saya jalankan kurang-lebih 6 bulan lamanya,dan saat teman menyarankan saya untuk naik motor sendiri,saya selalu bilang malas untuk menutupi rasa takut saya.karna menurut saya takut naik motor itu konyol,tapi ternyata saya kena.

 

Pada suatu malam saya berkonsultasi dengan pak Tomy Aditama perihal rasa takut, di sana saya dan beliau bicara dengan tentang ketakutan-ketakutan yang saya alami, takut naik motor, takut ketemu orang, takut mati, dll. Perihal takut mati, saya pernah pingsan saat rasa takut kumat. Saya ingat betul saat itu saya sedang buang air kecil saat rasa takut itu muncul, saat saya mau kembali ke kamar kakiku tiba-tiba menjadi lemas, pandangan perlahan jadi gelap, dan saya harus merangkak untuk kembali kekamar, tapi belum sampai tempat tidur ternyata kesadaran saya sudah hilang.

Saya menolak perasaan itu,saya berfikir kalo mati sekarang gimana, saya masih banyak dosa, saya belum menyenangkan orang tua, banyak sekali self talk dan pikiran-pikiran negatif yang saya alami saat itu. Bahkan tak jarang beberapa fikiran hadir bersama dalam satu waktu, saya juga iri dengan orang-orang yang bercanda tanpa harus takut mati. Dan kenapa saya yang mengalami rasa takut ini, saat itu pak Tomy menyela cerita-cerita hebat saya tentang rasa takut yang teramat sangat, “Stop!”  sela pak tomy waktu itu. Lalu pak Tomy pun bertanya “sering mimpi buruk mas?”. “Iya” jawab saya waktu itu,”sering kaget?”,

“Sering terbangun saat tidur (ngelilir)?,

“Susah tidur juga?”.

 

Saya lupa pertanyaan apa lagi setelah itu, tapi hampir semua pertanyaan dari pak tomy aditama saya iyakan.

Kurang darah ekstrem itu mas” lanjut kata pak Tomy

“Kalau orang kurang darah emang sering muncul takut, kalau darah terlalu penuh cendrung gampang marah mas” kata pak Tomy dan dan diskusipun berlanjut sampai larut malam.setelah dikusi tersebut saya memahami jika rasa takut itu tidak bisa dihilangkan. Pada saat itu yang membuat saya menderita karena rasa takut yang saya alami itu berlangsung sangat lama dan berkelanjutan, ditambah kurang darah extrim dan kurang makan.

 

Beberapa waktu itu, saya di pertemukan beberapa mantan klien Rumah Sehat Toms Hepi yang mengalami hal yang sama dan bahkan ada yang lebih parah. Kami berdiskusi tentang trauma dan manajemen trauma. Ternyata yang bisa menyelesaikan trauma kita adalah kita sendiri, dan jangan asal cerita(curhat) tentang trauma kita, karena jika trauma kita belum selesai trauma itu bisa berlipat ganda, karena mulut kita bicara, telinga kita mendengarkan suara kita sendiri, di tambah pikiran kita mengimajinasikan faktor-faktor penyebab terauma itu. Namun saat terauma itu selsai maka kita akan tersenyum mengenang kejadian tersebut.

 

Budi Purnomo

Kategori: Kesehatan